You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Diberdayakan oleh Blogger.
.. SELAMAT DATANG DI WEBSITE KELOMPOK KERJA PENYULUH AGAMA ISLAM KOTA YOGYAKARTA TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN DAN APRESIASINYA.. SEMOGA BERMANFAAT DAN KESUKSESAN SELALU MENYERTAI ANDA..

Minggu, 13 Mei 2018

Penyuluh Jogja Support Ustadz Madrasah Al Qur'an Lapas Kelas IIA Yogyakarta

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Yogyakarta telah meresmikan Madrasah Al Qur’an “Al Fajar” sebagai tempat pembinaan agama bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) secara instensif dan terpadu  pada hari Sabtu, 12/5/2018. Hadir pada kesempatan itu, Kepala Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Ketua Baznas Kota Yogyakarta, para pengajar (ustadz) dari Penyuluh Agama Islam Kota Yogyakarta, pegiat Mualaf Center Yogyakarta dan para pejabat di lingkungan Lapas Kelas IIA Yigyakarta dan seluruh  WBP.

Kepala Lapas Kelas IIA Yogyakarta, Satriyo Waluyo, Bc.IP. SH, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih yang sangat mendalam kepada Kementerian Agama Kota Yogyakarta yang telah memberikan bantuan dalam penyediaan tenaga pengajar (ustadz) bagi terselenggaranya Madrasah Al Qur’an “Al Fajar”.  Kepala Lapas berharap bahwa dengan adanya Madrasah Al Qur’an ini, para WBP akan dapat belajar banyak tentang agama, sehingga dapat melakukan  perubahan diri dan pada akhirnya nanti dapat bermanfaat bagi masyarakat.
Di sisi sisi lain, Kepala Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Drs. H. Sigit Warsita, MA, dalam sambutannya sangat mengapresiasi penyelenggaraan Madrasah Al Qur’an di Lapas Kelas IIA Yogyakarta. Karena itu, Kementerian Agama Kota Yogyakarta mensupport sepenuhnya tenaga pengajar (ustadz) untuk terselenggaranya Madrasah Al Qur’an sebagai tempat belajar membina kemampuan membaca Al Qur’an, belajar praktek ibadah dan belajar membina diri dengan akhlak terpuji. Sebanyak 40 orang Penyuluh Agama Islam Kota Yogyakarta diterjunkan untuk mengampu proses pembeajaran Madrasah Al Qur'an di Lapas Kelas IIA Yogyakarta.
Tujuan diselenggarakannya Madrasah Al Qur’an “Al Fajar” di Lapas Kelas IIA Yogyakarta, menurut Kasi Binapi, Heriyanto, Bc.IP, yang sekaligus sebagai ketua Madrasah Al Qur’an, antara lain untuk: meningkatkan pemahaman dan kemampuan membaca Al Qur’an,  menumbuhkan semangat mempelajari agama Islam dan berbagai praktek ibadah, seperti wudhu, sholat, puasa dan lain-lain, dan menjadi tempat pendalaman norma-norma sosial-keagamaan  dan pengimplementasiannya dalam perilaku hidup keseharian berbasis akhlaq terpuji (akhlaqul karimah).
Lebih lanjut Kasi Binapi menjelaskan bahwa jumah WBP yang sudah aktif mengikuti kegiatan sejumlah 253 orang (di luar warga binaan Tipikor), yang tersebar di  Blok F, G, E, D, D dan C. Kegiatan pembelajaran Al Qur’an dilaksanakan secara klasikal berdasarkan Blok dan dikelompokkan lagi berdasarkan tingkatan kemampuan, antara lain: kelas Al Qur’an   97, 0rang, kelas Iqra’ jilid 5 – 6 sebanyak  21 orang,  kelas Iqra’ jilid 1 – 4 sebanyak  95 orang dan kelas tahfidz sebanyak 14 orang.
Selain peresmian Madrasah Al Qur’an, pada kesempatan itu sekaligus dilakukan wisuda terhadap 52 WBP yang dinyatakan telah lulus mengikuti tahapan pembelajaran. WBP yang diwisuda meliputi, sebanyak 10 orang kategori lulus Iqra jilid 1-6, 39 orang kategori khatam membaca Al Qur’an dan tiga orang kategori tahfidz juz 30.
Materi pembelajaran Madrasah Al Qur’an “Al Fajar” meliputi belajar kemampuan membaca Al Qur’an (menggunakan Iqra dan Al Barqi), tahsin Al Qur’an, hafalan juz 30, pengetahuan agama Islam seperti; Tauhid, ibadah dan akhlak (mua’malah) serta tarikh dan praktek ibadah. Sedangkan pembelajarannya dilaksanakan pada hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis dan Sabtu.

0 komentar:

  © Blogger templates Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP