You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Diberdayakan oleh Blogger.
.. SELAMAT DATANG DI WEBSITE KELOMPOK KERJA PENYULUH AGAMA ISLAM KOTA YOGYAKARTA TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN DAN APRESIASINYA.. SEMOGA BERMANFAAT DAN KESUKSESAN SELALU MENYERTAI ANDA..

Rabu, 28 Desember 2011

Penyuluh Jogja Pameran di Arena Sekaten

Peyuluh Agama Islam Yogyakarta tahun 2011 ini ikut tampil di arena Pameran Sekaten di Alun-Alun Lor Yogyakarta yang berlangsung mulai hari Rabu, 28 - 31 Desember 2011. Dalam pameran ini, Penyuluh Jogja berkolaborasi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Gedongtengen sebagai KUA Teladan Nasional harapan III tahhun 2011. Pameran semacam ini bagi institusi Penyuluh Jogja merupakan pengalaman pertama. Karena itu ini merupakan pengalaman sangat berharga bagi pengembangan institusi ke depan.

Dalam pameran ini, Penyuluh Jogja menampilkan beberapa jenis sajian. Di samping menampilkan produk karya lemlaga berupa majalah Warta Jogja dan karya -karya lainnya, juga menampilkan profile Penyuluh Teladan Nasional 2011 sebagai juara harapan I yang direbut Kota Yogyakarta, atas nama M. Mahlani.
Bagi para penyuluh fungsional dapat melihat secara langsung berkas-berkas yang diajukan dalam pemilihan Penyuluh Teladan Tingkat Nasional, seperti; berkas-berkas administrasi penyuluh, adminsitrasi kepenyuluhan, administrasi perencanaan dan pelaksanaan kepenyuluhan.
Selengkapnya...

Read more...

Sabtu, 17 Desember 2011

OL DIklat Penyuluh di Kota Yogyakarta

Observasi Lapangan (OL) Diklat Penyuluh Agama Islam Balai Diklat Keagamaan Semarang dilaksanakan di Kota Yogyakarta pada hari Senin, 5 Desember 2011. Rombongan peserta OL yang berjumlah 60 orang dipimpin oleh Bapak Drs. H. Tarmuji, MA. "Yogyakarta kita pertimbangkan layak menjadi tempat OL peserta Diklat, bukan karena saya dari Yogyakarta, tetapi di samping Penyuluh Teladan DIY dapat masuk empat besar dalam Lomba Penyuluh Agama Islam Teladan Nasional 2011, tetapi memang ada beberapa kelebihan yang dapat menjadi sumber pembelajaran bagi peserta Dilkat penyuluh", demikian ungkap pimpinan rombongan Drs. H. Tarmuji, MA.

Sebelum menuju ke sasaran yang menjadi obyek Observasi lapangan, peserta diterima oleh Kepala Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Drs. H. Fathony, MA, Kepala Seksi Penamas, Drs. H. Nasiruddin, M.Hum dan Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam Kota Yogyakarta. Pada kesempatan itu, Kepala Kementerian Agama Kota menyampaikan terima kasih karena Kota Yogyakarta dijadikan tempat untuk kegiatan OL Diklat Penyuluh.


Selesai sambutan dari Kepala Kemenag Kota Yogyakarta serta pimpinan Rombongan Bapak Drs. H. Tarmuji, dilanjutkan dengan diskusi mengenai Penyuluh Agama Islam di Kecamatan Jetis Kota Yogyakarta dengan nara sumber M. Mahlani, Penyuluh Agama Islam Teladan Tingkat Provinsi DIY 2011 dan Juara Harapan I Penyuluh Teladan Tingkat Nasional 2011. Pada kesempatan itu, M. Mahlani banyak bercerita soal pengalamannya menjadi Penyuluh, khususnya dalam mengampu penyuluhan di wilayah Kecamatan Jetis Kota Yogyakarta.

Selesai dialog, kegiatan dilanjutkan dengan Observasi Lapangan ke obyek penyuluhan, yaitu di kawasan Badran RT 38 Kelurahan Bumijo dan kawasan Bong Suwung yang berada di sepanjang Bantaran Rel Kereta Api sebelah barat Stasiun Tugu Yogyakarta. Di kawasan Bong Suwung, peserta disambut oleh ketua Arum Dalu Sehat (ADS) beserta pengurus dan anggoa lainnya. Para peserta sangat terkesan dapat bershilalaturrahim dengan warga yang sementara ini banyak beraktivitas di kawasan Bong Suwung itu. Pada kesempatan itu, Bapak Drs. Zainuri selaku Widyaiswara yang menyertai peserta OL menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dengan warga ADS. Semoga shilaturrahim ini dapat memberikan manfaat yang besar baik bagi peserta OL maupun semua anggota ADS.
Selengkapnya...

Read more...

Jumat, 02 Desember 2011

DIY baru bisa menjadi Harapan

Dua ajang kompetisi reguler tahunan di Kementerian Agama di antara ajang kompetisi lainnya, yaitu pemilihan Kantor Urusan Agama (KUA) Teladan dan Pemilihan Penyuluh Agama Islam Teladan, rupanya kian menjadi ajang bergengsi yang menyita banyak energi. Pada tahun 2011 ini, Provinsi DIY, duajenis kompetisi yang diwakili KUA Gedongtengen Penyuluh Agama Islam Kota Yogyakarta baru bisa menempati posisi harapan di tingkat nasional. KUA teladan atas nama Drs. Nurrakhman MA meraih juara harapan III nasional dan M. Mahlani - Penyuluh AGama Islam wilayah kerja Kec. Jetis Kota Yogyakarta meraih juara harapan I nasional.

Namun toh demikian, sekalipun dua kompetisi naisonal itu baru menempati harapan, tetap harus disyukuri. Karena untuk masuk menjadi enam besar itu harus berkompetisi dengan 33 Provinsi se-Indonesia. Itu artinya, untuk bisa menjadi enam benar harus dapat mengungguli 27 Provinsi. Sungguh suatu perjuangan yang memerlukan pengalaman lapangan, keahlian (skill), kompetensi memadai dan lain-lain.


Dua ajang kompetisi ini memiliki proses situasi yang berbeda. Pemilihan KUA teladan - melibatkan semua stakeholer KUA bahkan sampai para pimpinan/pejabat Kamenenag Kota/Kab turun tangan. Sementara pemilihan penyuluh agama teladan praktis pribadi penyuluh itu sendiri yang harus "habis-habisan" menyiapkan segalanya. Di samping menyiapkan mental, wawasan, dan skill, juga harus menyiapkan berkas-berkas administrasi penyuluhan yg bisa sampai mendekati ribuan lembar. Semua itu adalah resiko - apapun bentuknya, yang namanya kompetisi pasti akan banyak menyita tenaga, energi, waktu, dan fasilitas.
Selengkapnya...

Read more...

Rabu, 23 November 2011

WARTA PENYULUH Edisi 8 Segera Terbit

WARTA PENYULUH Jogja edisi ke-8 segera terbit. Direncanakan, pada hari Ahad 27 Nopember 2011 proses pencetakan sudah selesai. Seterusnya, pada hari Selasa, 29 Nopember 2011 bersamaan dengan pertemuan mingguan Kelompok Kerja Penyuluh Agama Fungsional Kota Yogyakarta, WARTA edisi ke-8 ini sudah dapat didistribusikan ke perwakilan melalui Penyuluh Agama Fungsional di tiap kecamatan.

Di edisi kedelapan ini, WARTA PENYULUH Jogja semakin memantapkan diri untuk menjadi salah satu media komunikasi dan ajang berbagi informasi bagi Penyuluh Agama Islam dan masyarakat.
Beberapa tulisan yang menjadi sajian edisi ketdelapan ini, antara lain: Haji dan kemanusiaan, musibah dalam tinjauan agama dan falsafah Jawa, pelajaran dari peristiwa banjir, dan beberapa tulisan lain yang diharapkan dapat memperkaya khazanah pengetahuan masyarakat luas.
Di samping itu, disajikan juga beberapa liputan kegiatan Penyuluh Agama Islam Kota Yogyakata dan Provinsi DIY serta beberapa tulisan ringan , seperti: informasi seputar hujan dalam tinjauan ilmiah dan Islam serta mengenal lebih dekat mengenai Tugu yang menjadi ikon kota Yogyakarta. Kita mungkin setiap hari lewat Tugu Kota Yogyakarta itu, tetapi kita belum tahu bagaimana sejarahnya Tugu yang berdiri kokoh di ujung jalan Mangkubumi itu dan menjadi ikon kota Yogyakarta.
Sengaja pada edisi ke kelapan ini kita menyajikan dua tulisan dari rekan penyuluh fungsional di luar Kota Yogyakarta. Semoga ini menjadi langkah awal untuk terjalinnya komunikasi sesama penyuluh.
Selengkapnya...

Read more...

Sabtu, 12 November 2011

Penyuluh Agama Islam Harus Diperjuangkan

Penyuluh Agama Honorer (PAH) adalah ujung tombak Kementerian Agama dalam berkomunikasi dengan masyarakat. Mereka - para penyuluh – baik penyuluh fungsional (PNS) maupun penyuluh honorer - telah berjuangan dalam berhadapan dengan masyarakat. Karena itu, penyuluh agama harus diperjuangkan agar dapat menjalankan tugas amar ma'ruf nahi munkar. Demikian sambutan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DIY, Drs. H. Maskul Haji dihadapan 335 orang Penyuluh Agama Honorer (PAH) Kota Yogyakata, Kamis 27 Oktober 2011.

Lebih lanjut Kakanwil menegaskan bahwa pertemuan penyuluh agama memiliki manfaat yang sangat strategis dalam rangka ta'awun 'alal birri wattaqwa, khusunya dalam membentengi diri dan masyarakat. Untuk mengefektifkan usaha tersebut, maka Kakanwil mengajak agar antara penyuluh dan para pimpinan dapat sama-sama bekerja dan bekerja sama untuk menjadikan Kementerian Agama sebagai institusi yang dapat memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kemenag Kota Yogyakarta, Drs H. Fathoni mengharapkan agar pata penyuluh benar-benar dapat menjadi motivator dan dinamisator masyarakat. “Sebagai tokoh di lingkungannya masing-masing, maka penyuluh agama dituntut dapat berpartisipasi aktif dan pro-aktif dalam mendinamisir berbagai lembaga-lembaga keagamaan, seperti; LP2A, DMI, MUI, Bakdo TPA dan berbagai komunitas masyarakat secara proporsional.
Demikian juga, dalam pertemuan Penyulu Agama Honorer yang mengambil tempat di Masjid Pangeran Diponegoro Kompleks Balai Kota, Kepala Seksi Penamas, Drs. H. Nasiruddin. mengingatkan kembali kepada para penyuluh (honorer) agar dapat terus memantapkan kegiatannya di kelompok binaan masing-masing. Di samping itu, setiap kegiatan kepenyuluhan perlu didukung dengan tata administratif yang baik sehingga dapat menjadi instrumen dalam melakukan monitoring dan evaluasi perkembangan pencapaian kepenyuluhan.
Setelah selesai pembinaan, dilanjutkan dengan penerimaan insentif selama bulan Juli, Agustus dan September kepada seluruh Penyuluh Agama Honorer yang langsung dilayani oleh Seksi Penamas Kementerian Agama Kota Yogyakarta.
Selengkapnya...

Read more...

Sabtu, 28 Mei 2011

Edisi ke 7 Segera Terbit

WARTA PENYULUH Jogja beberapa waktu tidak terdengar kabarnya. Betul bahwa di tahun 2010, WARTA PENYULUH Jogja hanya bisa hadir satu kali. Kebetulan, pembinaan Penyuluh Agama Honorer sebagai agenda tahunan penyuluh se-Kota Jogja ini mundur beberapa bulan - tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang tiap bulan Mei diselenggarakan pertemuan semua penyuluh se-Jogja. Mestinya edisi ke-7 terbit di akhir tahun 2010. Tetapi, dapur redaksi harus mengalami beberapa kendala teknis, sehingga edisi ke-7 ini baru terbit di awal bulan Juni 2011. Diharapkan, kehadiran edisi ke-7 ini sekaligus untuk menyambut pembinaan Penyuluh Agama Honorer (PAH)tahap pertama di tahun 2011.

Beberapa tulisan yang menjadi sajian edisi ketujuh ini, antara lain: Tempatkan peradaban pasar ke dalam peradaban masjid, Rejuvenasi manajemen masjid, Pendidikan moral agama dan “kenakalan” generasi muda, Islam dan kebersihan, dan beberapa tulisan lain yang dapat memperkaya wawasan dan pengetahuan kita. Liputan khusus edisi keenam ini mengetengahkan beberapa kegiatan, antara lain: Renungan pendidikan berkaitan dengan perjalanan hidup seorang anak yang memilih “Tidak Sekolah” dan Pembinaan Majelis Taklim se-Kota Yogyakarta.
Beberapa tulisan ringan juga dihadirkan di edisi ketujuh ini, antara lain: Manfaat ISSN bagi terbitan berkala, sakit cacingan jangan dianggap remeh dan sebagainya.
Dengan dimilikinya ISSN, berarti WARTA WARTA PENYULUH Jogja memiliki kedudukan yang sama dengan majalah-majalah lain seperti Bakti (Kanwil Kemenag Provinsi DIY) dan Ikhlas (Kemenag RI Jakarta). Karena itu, diharapkan WARTA PENYULUH Jogja semakin tampil elegan, informatif dan menjadi tamu yang selalu dinanti kehadirannya oleh para Penyuluh Agama Honorer Kota Yogyakarta khususnya dan masyarakat pada umumnya, semoga.
Selengkapnya...

Read more...

Sabtu, 26 Maret 2011

ISSN WARTA PENYULUH Jogja

ISSN (International Standard Serial Number) adalah delapan angka yang mengidentifikasi publikasi berkala sejenisnya, termasuk elektronik serials. ISSN adalah kode angka yang digunakan sebagai sebuah identifier: tidak memiliki makna dalam dirinya sendiri dan tidak berisi informasi apapun yang mengacu pada asal atau isi dari publikasi.

WARTA PENYULUH Jogja, sebagai bagian dari publikasi Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam Kota Yogyakarta telah memiliki ISSN dengan nomor: 2088-2386 yang diterbitkan oleh Bidang Dokumentasi - Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII-LIPI)

Jakarta.


ISSN mengambil bentuk singkatan ISSN diikuti oleh dua kelompok dari empat digit, dipisahkan oleh tanda hubung. Karakter kedelapan adalah angka kontrol dihitung sesuai dengan algoritma 11 Modulo berdasarkan dari 7 digit sebelumnya; karakter kontrol kedelapan ini mungkin merupakan “X” jika hasil dari komputasi adalah sama dengan “10″, dalam rangka untuk menghindari ambiguitas.
ISSN yang terhubung dengan bentuk standar judul serial diidentifikasi, yang dikenal sebagai “gelar kunci”, yang mengulangi judul publikasi, kualifikasi dengan unsur-unsur tambahan dalam rangka untuk membedakannya dari publikasi lain yang memiliki judul yang identik.
Jika perubahan judul publikasi dalam setiap cara berlangsung signifikan, ISSN baru harus diberikan dalam urutan yang sesuai dengan bentuk judul baru ini dan menghindari kebingungan. Publikasi serial yang judulnya adalah diubah beberapa kali dalam perjalanan setiap kali keberadaannya akan diberi ISSN baru, sehingga memungkinkan identifikasi yang tepat dari setiap bentuk judul: sebenarnya itu kemudian dianggap bahwa publikasi mereka berbeda bahkan jika ada hubungan logis di antara mereka.
Berlawanan dengan jenis publikasi lain, dunia dari serial publikasi ini terutama berubah dan kompleks: masa judul mungkin sangat pendek; banyak publikasi, mungkin merupakan bagian dari serangkaian hubungan yang kompleks, dll kekhasan ini sendiri mengharuskan pengenalan ISSN.
SSN merupakan standar kode internasional yang memungkinkan identifikasi dari setiap seri penerbitan, termasuk elektronik serials, secara independen dari negara publikasi, dari bahasa atau abjad, dari frekuensi, menengah, dan lain-lain nomor ISSN Oleh karena itu, didahului oleh para surat, dan muncul sebagai dua kelompok dari empat digit, dipisahkan oleh tanda hubung, tidak memiliki makna dalam dirinya sendiri dan tidak berisi informasi apapun itu sendiri yang mengacu pada asal atau isi dari publikasi.

Manfaat ISSN
Nomor ISSN ISSN yang diberikan oleh Pusat nasional dikoordinasikan dalam jaringan. Semua ISSN dapat diakses melalui ISSN Register. ISSN tidak “hanya nomor administratif lain”. ISSN yang harus sebagai dasar bagian dari serial sebagai judul.
• Sebagai kode identifikasi angka standar, ISSN yang sangat cocok untuk penggunaan komputer dalam pemenuhan kebutuhan untuk file update dan linkage, pengambilan dan penyebaran data.
• Sebagai kode dibaca manusia, ISSN yang juga menghasilkan pengutipan akurat serials oleh para ilmuwan, peneliti, ilmuwan informasi dan pustakawan.
• Di perpustakaan, ISSN yang digunakan untuk mengidentifikasi judul, pemesanan dan check-in, mengklaim serials, antar-pinjaman, serikat katalog pelaporan dll
• ISSN adalah sebuah alat fundamental untuk pengiriman dokumen efisien. ISSN menyediakan ekonomis yang berguna dan metode komunikasi antara penerbit dan pemasok, membuat sistem distribusi perdagangan lebih cepat dan lebih efisien, khususnya melalui penggunaan bar-coding, dan EDI (electronic data interchange).

Selengkapnya...

Read more...

Senin, 28 Februari 2011

STQ 2011 Kota Yogyakarta

Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) Kota Yogyakarta telak digelar pada hari Sabtu, 26 Pebruari 2011 bertempat di kompleks Balai Kota Yogyakarta. Penyelenggaraan event dua tahunan ini diikuti oleh kafilah/utusan dari 14 kecamatan di wilayah Kota Yogyakarta berjumlah 250 orang.
Acara yang dibiayai APBD Kota Yogyakarta dan DIPA Kandepag Kota Yogyakarta ini dibuka oleh Wakil Walikota Yogyakarta dan ditutup oleh Kepala Kementerian Agama Kota Yogyakarta.
STQ 2011 ini menyajikan beberapa cabang, antara lain: Tilawah anak-anak putra dan putri, Tilawah dewasa putra dan putri, Tahfidz 1 Juz dan Tilawah, Tahfidz 5 Juz dan Tilawah, Tahfidz 10 Juz, Tahfidz 20 Juz, Tahfidz 30 Juz dan Tafsir Bahasa Arab putra dan putri.
Proses seleksi yang dilakukan oleh Dewan Hakim, hampir semua kecamatan memperoleh kejuaraan. Secara umum, kafilah Mantrijeron berhasil meraih juara umum. Para juara, di samping memperoleh hadiah, juga berkesempatan mewakili Kota Yogyakarta menjadi Kafilah STQ tingkat Provinsi DIY yang akan digelar di Kabupaten Gunungkidul. Selengkapnya...

Read more...

  © Blogger templates Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP